Hendawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Analog to Digital AVR

ATmega8535 menyediakan ADC dengan resolusi 10 bit. ADC ini dihubungkan dengan 8 channel Analog Multiplexer yang memungkinkan terbentuk 8 input tegangan single-ended yaitu ADC0 s/d ADC7. Dapat juga dikonfigurasi menjadi 7 jalur input differensial dengan ADC1 sebagai terminal common negative dan yang lainnya sebagai input tegangan positif. Atau menjadi 2 jalur input differensial dengan pilihan penguatan (gain) 10x atau 200x, yaitu ADC1, ADC0 dan ADC3, ADC2.

adc-avr1ADC memiliki pin supply tegangan analog yang terpisah yaitu AVCC. Besarnya tegangan AVCC adalah ±0.3V dari VCC.

Pada aplikasi ini mikrokontroler akan membaca tegangan analog pada input ADC0 dan menampilkan data hasil konversinya ke PORTC. Tegangan referensi ADC sama dengan AVCC.

Baca Selengkapnya analog-to-digital-avr

February 10, 2009 Posted by hendawan | Uncategorized | | No Comments Yet

Ping Paralax Application

Ping))) Ultrasonic Range Finder, adalah modul pengukur jarak dengan ultrasonic buatan Paralax Inc. yang didesain khusus untuk teknologi robotika. Dengan ukurannya yang cukup kecil (2,1cm x 4,5cm), sensor ini dapat mengukur jarak antara 3 cm sampai 300 cm. Keluaran dari Ping))) berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak. Lebar pulsanya bervariasi dari 115 uS sampai 18,5 mS.

ping

Ping))) mendeteksi objek dengan cara mengirimkan suara ultrasonik dan kemudian “mendengarkan” pantulan suara tersebut. Ping))) hanya akan mengirimkan suara ultrasonik ketika ada pulsa trigger dari mikrokontroler (Pulsa high selama 5uS). Suara ultrasonik dengan frekuensi sebesar 40KHz akan dipancarkan selama 200uS. Suara ini akan merambat di udara dengan kecepatan 344.424m/detik (atau 1cm setiap 29.034uS), mengenai objek untuk kemudian terpantul kembali ke Ping))). Selama menunggu pantulan, Ping))) akan menghasilkan sebuah pulsa. Pulsa ini akan berhenti (low) ketika suara pantulan terdeteksi oleh Ping))). Oleh karena itulah lebar pulsa tersebut dapat merepresentasikan jarak antara Ping))) dengan objek. Selanjutnya mikrokontroler cukup mengukur lebar pulsa tersebut dan mengkonversinya dalam bentuk jarak.

Baca Selengkapnya ping-paralax-application

February 10, 2009 Posted by hendawan | Robotic | | 1 Comment

Digital Compass With AVR C

Untuk mengakses data Digital Compass CMPS-03, bisa digunakan mikrokontroler AVR seri ATMega8535. Data arah dibaca langsung dari modul CMPS-03 menggunakan komunikasi I2C. Data tersebut kemudian di tampilkan ke LCD.

cmps031

Baca selengkapnya di digital-compass-application3

January 23, 2009 Posted by hendawan | Robotic | | No Comments Yet

Datasheet Ultrasonic

July 18, 2008 Posted by hendawan | Robotic | | No Comments Yet

January 16, 2008 Posted by hendawan | Uncategorized | | 3 Comments

Kompas Digital Untuk Navigasi Mobile Robot

Mobile robot, adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut sebuah robot yang memiliki kemampuan menjelajah. Tidak peduli apakah robot tersebut bergerak menggunakan roda, kaki, maupun kipas untuk berenang atau bahkan terbang sekalipun, maka robot semacam ini masuk ke dalam kategori mobile robot. Agar tidak nyasar, robot harus dilengkapi dengan sistem navigasi yang dapat memberikan informasi arah dengan baik. Sehingga robot dapat memutuskan dengan benar ke arah mana seharusnya bergerak untuk mencapai lokasi yang diinginkan.

Sistem navigasi yang cukup baik, efektif, mudah digunakan dan murah meriah adalah dengan kompas digital. Banyak jenis kompas digital yang diproduksi khusus untuk keperluan robotika, salah satu yang sangat populer adalah CMPS03 Magnetic Compass buatan Devantech Ltd. CMPS03 yang berukuran 4 x 4 cm ini menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51 yang cukup sensitif untuk mendeteksi medan magnet bumi.

Kompas digital ini hanya memerlukan supplai tegangan sebesar 5 Vdc dengan konsumsi arus 15mA. Pada CMPS03, arah mata angin dibagi dalam bentuk derajat yaitu : Utara (00), Timur (900), Selatan (1800) dan Barat (2700).

cmps03 Ada dua cara untuk mendapatkan informasi arah dari modul kompas digital ini yaitu dengan membaca sinyal PWM (Pulse Width Modulation) pada pin 4 atau dengan membaca data interface I2C pada pin 2 dan 3. Sinyal PWM adalah sebuah sinyal yang telah dimodulasi lebar pulsanya. Pada CMPS03, lebar pulsa positif merepresentasikan sudut arah. Lebar pulsa bervariasi antara 1mS (00) sampai 36.99mS (359.90). Dengan kata lain lebar pulsa berubah sebesar 100uS setiap derajatnya. Sinyal akan low selama 65mS diantara pulsa, sehingga total periodanya adalah 65mS + lebar pulsa positif (antara 66mS sampai 102mS). Pulsa tersebut dihasilkan oleh timer 16 bit di dalam prosesornya, yang memberikan resolusi 1uS.

Selain PWM, CMPS03 juga dilengkapi dengan interface I2C yang dapat digunakan untuk membaca data arah dalam bentuk data serial. Pada mode 8 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 255 dengan resolusi 1,40625 derajat/bit. Pada mode 16 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 65535 sehingga resolusinya menjadi 0,0055 derajat/bit.

Data digital dari CMPS03 dapat langsung dibaca kontroler robot untuk mengetahui posisinya sekarang, misalnya sedang menghadap ke timur (data 64), selanjutnya agar robot menghadap ke utara, maka robot harus berputar ke kiri sampai data CMPS03 menjadi 255. Demikianlah, dengan algoritma yang sangat sederhana sudah bisa digunakan untuk membentuk sistem navigasi robot yang cukup baik.

Sayangnya kompas digital seharga 650 ribu rupiah ini masih harus didatangkan dari luar negeri dan harus dipesan selama 2-3 minggu. Mudah-mudahan dengan semakin berkembangnya teknologi robotika di Tanah Air, kompas digital dan perangkat robotika lainnya dapat dengan mudah diperoleh. Sehingga dunia robotika Indonesia dapat berkembang semakin cepat.

December 19, 2007 Posted by hendawan | Robotic | | 14 Comments